Dalam Keadaan Tertekan Kita Tidak Mememiliki Apa apa Kecuali Allah semata

Ketika kesedihan datang, kegelisahan bergelayut, kedudukan kian parah, jalan serasa semakin sempit dan daya upaya menjadi percuma, maka seseorang akan berteriak kepada Allah:"Wahai Allah,Wahai Allah, Tiada Tuhan Selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Bijaksana, Tiada Tuhan Selain Allah Tuhan Pemilik Arsy yang agung. Tiada Tuhan Selain Allah Tuhan Pemilik Langit, bumi dan Arsy yang agung. " Maka, kesedihan lenyap, bencana menghilang dan kesulitan teratasi.
فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ
"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. al-Anbiya' :88)

Pembagian Sihir Menurut Ar-Razi rahimahullah

Abu ‘Abdillah Ar-Razi mengungkapkan bahwa macam-macam sihir itu ada delapan, yaitu:
  1. Sihir orang-orang Kildan dan Kisydan yang mereka adalah para penyembah tujuh bintang.
  2. Sihir orang-orang yang suka berilusi dan mempunyai jiwa yang kuat.
  3. Meminta bantuan kepada para jin yang bersemayam di bumi. Mereka ini terbagi menjadi dua bagian: jin mukmin dan jin kafir, yang tidak lain mereka (jin kafir tersebut –ed) adalah setan.
  4. Ilusi, hipnotis, dan sulap.
  5. Berbagai tindakan menakjubkan yang muncul dari hasil penyusunan alat-alat secara seimbang dan sesuai dengan ilmu rancang bangun, misalnya seorang (patung –ed) penunggang kuda yang memegang terompet, setiap berlalu satu jam, maka terompet itu akan berbunyi tanpa ada yang menyentuhnya. (Mengenai hal ini, Wahid bin ‘Abdissalam bin Baali memberi keterangan, “Berkenaan dengan hal tersebut perlu saya (penulis) katakan, ‘Sekarang ini, hal-hal tersebut sudah sangat biasa, apalagi setelah terjadi kemajuan ilmu pengetahuan yang menjadi sebab ditemukannya berbagai hal yang menakjubkan’”).
  6. Memakai bantuan dengan obat-obatan khusus, yakni yang terdapat pada makanan dan minyak.
  7. Ketergantungan hati.
  8. Usaha melakukan pergunjingan dan pendekatan diri dengan cara terselubung dan nyaris tidak terlihat. Dan hal ini sudah tersebar luas di kalangan masyarakat. (Tafsir Ar-Razi [II/231])
Ibnu Katsir mengatakan, “Ar-Razi telah memasukkan berbagai hal yang telah disebutkan sebagai bagian dari sihir karena terlalu halus untuk dilihat oleh pandangan mata, sebab menurut bahasa Arab, sihir adalah berarti sesuatu yang halus dan sebabnya tersembunyi.” (Tafsir Ibnu Katsir [I/147])
Diringkas dari buku Sihir dan Guna-Guna, karya Wahid bin ‘Abdissalam bin Baali (hlm. 51—53), penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Bogor

Kaidah dalam beribadah

Dasar ibadah adalah “tauqif” (menahan diri, tidak dilaksanakan kecuali ada dalil). Oleh karena itu, Allah memerintahkan untuk mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.‘” (QS. Ali Imran:31)

Allah berfirman (yang artinya), “Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedangkan mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An-Nisa`:13)

Dalam Shahihain, dari Umar bin Al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Diriwayatkan bahwa beliau radhiallahu ‘anhu mencium hajar aswad, seraya berkata,
إِنِّيْ أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَو ْلاَ أَنِّي ْرَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ
“Sesungguhnya, aku tahu bahwa engkau hanyalah batu yang tidak memberikan mudarat atau manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, tentu aku tidak akan menciummu.”

Juga telah disebutkan sebelumnya, ucapan sebagian salaf, “Ikutilah dan jangan membuat kebid’ahan, maka sungguh kalian telah tercukupi.”
Sebagaiman telah lalu bahwa di antara syarat diterimanya amal adalah memurnikah ittiba’ (sikap mengikuti, red.) kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sungguh, telah datang nash yang banyak dalam Alquran dan As-Sunnah yang memerintahkan untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta melarang perbuatan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, seorang pun tidak boleh keluar dari segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh As-Sunnah dan ditunjukkan oleh Al-Kitab (Alquran) dan As-Sunnah serta ditempuh oleh salaful ummah.

Keutamaan Sholat 5 Waktu

Rasulullah bersabda :"Barang siapa menjaga sholat, niscaya dimuliakan oleh Allah dengan 5 kemuliaan:
1. Allah menghilangkan kesempitan hidupnya
2. Allah hilangkan siksa kubur darinya
3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan kanannya
4. Dia akan melewati jembatan bagaikan kilat
5. Akan masuk surga tanpa hisab

Dan barangsiapa yang menyepelekan sholat. niscaya Allah akan mengazabnya dengan lima belas siksaan:
1. Enam siksa didunia
2. Tiga siksaan ketika mati
3. Tiga siksaan di liang kubur
4. Tiga siksaan di akhirat

Siksa di dunia antara lain :
1. Di cabut keberkahan umurnya
2. Di hapus tanda orang saleh di wajahnya
3. Tidak mendapatkan pahala dari setiap amal yang dikerjakannya
4. Tidak diterima do'anya
5. Tidak termasuk bagian dari do'a orang-orang saleh
6. Keluar ruhnya tanpa membawa iman

Siksa ketika mati antara lain :
1. Mati dalam keadaan hina
2. Mati dalam keadaan lapar
3. Mati dalam keadaan haus, yang bilamana diberikan air sebanyak air laut tak akan menghilangkan dahaganya


Siksa di liang kubur :
1. Allah menyempitkan liang kuburnya sehingga saling bersilang tulang rusuknya
2. Tubuhnya dipanggang di atas bara api siang dan malam
3. Dalam kuburnya terdapat ular yang bernama Syuja'ul aqro yang akan menyiksanya.


Siksa di akhirat antara lain :
1. Ketika langit terbuka, malaikat datang kepadanya dengan membawa rantai yang panjangnya tujuh hasta,rantai itu digantungkan di lehernya dan dimasukan ke dalam mulutnya sampai keluar dari duburnya. Lalu malaikat mengumumkan " Ini adalah balasan bagi orang yang menyepelekan perintah Allah".
2. Allah tidak akan memandang wajahnya dengan pandangan kasih sayangNya
3. Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih.